Ayah(ku)

2 May

Diam. Kaku. Terpaku menatap layar komputer yang membuat perih mata ini. Membaca deretan kata-kata yang ditulis seorang trainer muda dalam situs blognya. Judulnya “Ayahku Hebat”. Spontan air mataku terjatuh memaknai setiap baris kalimat yang tertuang di dalamnya. Aku teringat ayah di rumah. Ayahku dengan segala hal tentangnya. Ayahku yang kadang kuabaikan. Pernah suatu ketika, saat kenaikan kelas Mu’allimin (setingkat SMA) aku tidak mau ayahku yang datang menemaniku. Aku meminta ibu yang datang, bukan ayahku. Aku takut ayahku memalukan di hadapan teman-temanku. Itu alasannya. Hari ini aku menyesal mengingat hal itu. Sekarang, ayahku bertambah usia, rambutnya kini dipenuhi uban, tubuhnya mulai rapuh. Sedang aku belum bisa memberikan apa-apa.

Aku ingin berkata padanya : “Bapak, aku mencintaimu dan kau adalah orang yang terbaik dalam hidupku”.

(Januari 16, 2010)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: