Ke(sunyi)an

2 May

Sunyi adalah kata sifat. Dan kesunyian adalah kata benda. Itu menurut definisiku. Bukankah tak ada yang mutlak benar dan salah bukan? Meski aku tahu aku bukan pakar ‘kebahasaan’. Kata ‘sunyi’ sering aku temukan dalam banyak jenis tulisan. Namun, lebih banyak pada tulisan bergenre puisi. Kenapa puisi? Aku mencoba menerka-nerka jawabnya.

Setiap manusia bahkan makhluk hidup lainnya terkadang diliputi rasa ini. Merasa sendiri, sepi, dan terjebak dalam suatu ruang yang kunamakan kesunyian. Tapi memang gambaran tentang hal ini begitu subjektif. Setiap orang akan menginterpretasinya dengan beragam cara dan beribu makna.

Puisi adalah lahan yang paling tidak dapat dimasuki oleh semua orang. Maksudku, puisi bersifat individual, subjektif, dan bebas. Puisi memiliki keunikan tersendiri dengan bentuk tulisan lainnya. Sunyi atau kesunyian  yang tertuang dalam deretan baris puisi terkadang bermakna ganda dan tak terbaca.

Tapi kesunyian bukanlah ketakutan. Ia hanya mengakar pada hati yang kosong dan jiwa yang haus akan cahaya.

(Mei 22, 2010)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: