Oase

12 Mar

​minggu lalu aku membuat seseorang tertawa begitu puas dan lepas

sekitar dua jam lamanya perbincangan itu berlangsung

dan hampir sebagian obrolan itu berisi tawa sang pemilik rumah

aku sebagai tamu tak bisa berbuat apa-apa

selain ikut tertawa tak tentu dan bertanya dalam hati,

“apakah orang ini mentertawakanku?”

kuakui aku merasa terlihat bodoh dan tidak siap dengan jawaban

 dan di akhir pertemuan ia berkata,

“mohon jangan tersinggung karena dari tadi aku terus tertawa, tapi aku bukan mentertawakanmu.

kau tahu kenapa aku tertawa? karena aku melihat sosok diriku dahulu seperti dirimu saat ini. tak tahu arah, bingung, penuh  tekanan dan terlihat takut. jadi aku mentertawakan diriku sendiri. tapi jangan khawatir semuanya bisa dilewati jika kau sungguh-sungguh menghadapinya” 

.

mungkin tertawa adalah cara menghakimi diri sendiri 

yang paling menyenangkan, menurutku

.

12 Oktober 2011

(0)

sumber gambar : http://gethashtags.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: